Observasi Calon Peserta Didik MI TQ DARUL FURQON



Di bawah langit pagi yang cerah di Kota Bontang, halaman MI TQ Darul Furqon dipenuhi langkah-langkah kecil yang datang bersama harapan besar. Sabtu, 14 Februari 2026, sebanyak 27 calon peserta didik mengikuti rangkaian observasi sebagai bagian dari proses penerimaan siswa baru. Sejak pagi, para orang tua setia mendampingi, sementara panitia menyambut dengan ramah untuk menciptakan suasana yang nyaman dan bersahabat.


Kegiatan diawali di ruang kelas 1A, tempat sesi calistung dan mengaji dilaksanakan. Di ruangan itu, anak-anak duduk rapi dengan wajah penuh konsentrasi. Pada sesi calistung, mereka membaca suku kata, merangkainya menjadi kalimat sederhana, mengenal angka 1–10, menebalkan huruf, melakukan tracing garis, hingga menulis nama sendiri. Guru-guru memperhatikan dengan saksama, bukan sekadar menilai hasil, tetapi juga melihat proses dan kesiapan belajar masing-masing anak.


Masih di ruang kelas 1A, sesi mengaji menggunakan jilid Qiraati berlangsung khidmat. Satu per satu peserta membaca huruf hijaiyah sesuai kemampuan. Ada yang sudah lancar dan percaya diri, ada pula yang masih belajar mengenali panjang pendek bacaan. Suasana tenang namun hangat menggambarkan komitmen sekolah dalam membangun fondasi keislaman sejak dini.


Selanjutnya, peserta menuju ruang kelas 2A untuk mengikuti sesi motorik. Di ruangan ini, keceriaan tampak jelas. Anak-anak melakukan lempar tepat sasaran dengan memasukkan bola ke dalam keranjang, berlari zig-zag melewati rintangan, serta melompat melewati kerucut warna-warni. Mereka juga mempraktikkan keterampilan kemandirian seperti memasang dan mengancing baju, memakai kaos kaki, serta mengenakan sepatu sendiri. Setiap aktivitas dirancang untuk melihat koordinasi gerak, keseimbangan, dan kesiapan dalam aktivitas sehari-hari.


Sementara itu, di ruang kelas 1B, sesi sensorik berlangsung tak kalah seru. Anak-anak menebak berbagai bangun datar, membedakan ukuran besar dan kecil, serta menggunting pola mengikuti garis. Permainan Lego menjadi bagian penting untuk melatih daya ingat dan konsentrasi. Tangan-tangan kecil itu tampak serius menyusun balok demi balok sesuai contoh yang diberikan.


Di waktu yang bersamaan, wawancara orang tua dilaksanakan di kantor sekolah. Percakapan berlangsung hangat dan terbuka, membahas kebiasaan anak di rumah, kesiapan belajar, serta harapan keluarga terhadap pendidikan di MI TQ Darul Furqon. Adapun pengukuran baju seragam dilakukan di aula, tempat anak-anak berdiri tegak saat tinggi dan ukuran badan mereka dicatat dengan teliti.


Menjelang siang, seluruh rangkaian observasi pun selesai. Hari itu bukan sekadar proses penilaian, melainkan langkah awal perjalanan pendidikan bagi 27 calon peserta didik—sebuah awal yang dipenuhi doa, harapan, dan semangat untuk tumbuh bersama.




Post a Comment

Lebih baru Lebih lama