Ustadz dan Ustadzah Darul Furqon Melaksanakan Khataman Al Qur'an Dalam Rangka Haul K.H. Dachlan Salim Zarkasyi


 

Sore itu, langit Bontang tampak tenang, seolah turut menyelimuti suasana khidmat yang perlahan memenuhi aula MI TQ Darul Furqon. Tepat pukul 16.00 WITA, Sabtu, 18 April 2026, para ustad dan ustadzah Darul Furqon mulai berdatangan. Wajah-wajah penuh keteduhan dan langkah yang mantap menggambarkan satu tujuan yang sama: melaksanakan khataman Al-Qur’an dalam rangka memperingati haul K.H. Dachlan Salim Zarkasyi.


Acara dibuka dengan lantunan ayat suci yang menggema lembut di dalam ruangan. Suara tilawah itu seakan menjadi jembatan antara masa kini dan jejak perjuangan sang ulama yang dikenang. Para hadirin duduk rapi, menyimak dengan penuh takzim, sementara angin sore sesekali menyelinap dari sela jendela, menambah kesejukan suasana.


Tim yang terdiri dari seluruh ustad dan ustadzah Darul Furqon mengambil peran masing-masing dalam khataman. Lembar demi lembar Al-Qur’an dibaca dengan tartil, menghadirkan nuansa kebersamaan yang begitu kuat. Tidak hanya sekadar membaca, tetapi juga menghadirkan rasa cinta terhadap Al-Qur’an serta penghormatan mendalam kepada sosok K.H. Dachlan Salim Zarkasyi yang telah banyak berjasa dalam dakwah dan pendidikan Islam.


Di sela-sela khataman, cerita tentang keteladanan beliau kembali dihidupkan. Sosoknya dikenang sebagai pribadi yang sederhana, istiqamah dalam mengajarkan nilai-nilai Islam, serta penuh kasih kepada para santri. Kisah-kisah itu mengalir dari satu pencerita ke pencerita lain, membuat suasana semakin hangat sekaligus haru.
Memasuki rangkaian haul, doa-doa dipanjatkan bersama. Suara lirih namun penuh harap terdengar menyatu, memohonkan rahmat dan ampunan untuk almarhum, sekaligus keberkahan bagi generasi penerus. Beberapa hadirin tampak menundukkan kepala lebih dalam, larut dalam keheningan yang sarat makna.


Acara ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum untuk mempererat ukhuwah dan memperkuat komitmen dalam melanjutkan perjuangan dakwah. Aula sederhana itu pun menjadi saksi bagaimana nilai-nilai yang diwariskan terus hidup di hati para pendidik Darul Furqon.


Menjelang senja, kegiatan ditutup dengan doa bersama. Langit Bontang mulai berubah warna, seakan memberi isyarat bahwa kebersamaan hari itu telah mencapai puncaknya. Namun semangat yang terbangun dari khataman dan haul ini diyakini akan terus menyala, mengiringi langkah para ustad dan ustadzah dalam mendidik generasi yang berakhlak dan berilmu.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama