Menjemput Cahaya Al-Qur’an Melalui Metode Tasbih, Guru MI TQ Darul Furqon Hadiri Seminar Holistik di Pendopo Wali Kota Bontang

 


Bontang – Pagi yang cerah di Kota Bontang pada Rabu (10/6/2026) menjadi saksi semangat para pendidik dalam memperdalam metode pembelajaran Al-Qur’an. Sejak pukul 07.00 Wita, ratusan peserta mulai memadati Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang untuk mengikuti Seminar Holistik Kaji Al-Qur’an Metode Tasbih yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang.



Di antara 140 peserta yang hadir, tampak dua guru perwakilan dari MI TQ Darul Furqon yang turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka bergabung bersama para pendidik dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, RA, MI hingga MTs se-Kota Bontang. Kehadiran para guru ini menjadi bukti komitmen lembaga pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an bagi peserta didik.



Acara diawali dengan pembukaan yang khidmat, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Kota Bontang. Suara peserta yang bersatu dalam lagu kebangsaan menambah semangat kebersamaan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Bontang. Setelah itu, pembacaan doa mengiringi harapan agar kegiatan berjalan lancar dan membawa manfaat bagi seluruh peserta.



Seminar semakin menarik ketika memasuki sesi sambutan dari panitia serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang. Dalam sambutannya, disampaikan pentingnya inovasi dalam pembelajaran Al-Qur’an agar semakin mudah diterima oleh peserta didik dari berbagai jenjang usia.



Puncak kegiatan adalah penyampaian materi oleh Prof. HC. Dr. Rahman Muhammad Agus Tasbih, S.Ag., M.M., pencetus Metode Tasbih. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan mudah dipahami, beliau mengajak para pendidik untuk kembali memahami hakikat mengajar Al-Qur’an. Salah satu pesan penting yang disampaikan adalah bahwa tugas seorang pengajar bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga membimbing peserta didik dengan cara yang tepat, yaitu menunjuk, membaca sesuai ciri, dan mengajarkan sesuai cara yang telah ditentukan dalam metode tersebut.



Selama seminar berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka juga mendapatkan buku panduan Metode Tasbih yang berisi tahapan pembelajaran yang unik dan menarik. Setiap bab dalam buku tersebut diberi nama “Senyum”, dimulai dari Senyum Pertama hingga Senyum Ketujuh. Penamaan ini menggambarkan proses belajar Al-Qur’an yang diharapkan dapat dijalani dengan penuh semangat, kemudahan, dan kebahagiaan.



Bagi dua guru MI TQ Darul Furqon, seminar ini menjadi bekal berharga untuk dibawa kembali ke sekolah. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dan dibagikan kepada rekan-rekan guru lainnya, sehingga pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan sekolah semakin efektif, menyenangkan, dan mampu menghadirkan lebih banyak “senyum” dalam perjalanan para siswa mencintai Al-Qur’an.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama