Pendampingan Perencanaan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta pada Satuan Pendidikan MITQ Darul Furqon



Bontang – Suasana penuh semangat dan kehangatan terasa di ruang kelas 1B MI TQ Darul Furqon pada Jumat, 3 Juli 2026. Sejak pagi, seluruh ustadz dan ustadzah berkumpul untuk mengikuti Pendampingan Perencanaan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih bermakna bagi peserta didik.


Kegiatan diawali dengan pembacaan Asmaul Husna yang menghadirkan suasana khusyuk dan menenangkan. Selanjutnya, seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Kota Bontang sebagai bentuk rasa cinta kepada bangsa dan daerah. Rangkaian pembukaan tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya membentuk kecerdasan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebangsaan, karakter, dan kasih sayang.


Dalam sambutannya, Kepala Madrasah MI TQ Darul Furqon menyampaikan harapan agar pelatihan ini mampu menambah wawasan sekaligus meningkatkan kompetensi para ustadz dan ustadzah dalam mendidik peserta didik. Beliau menegaskan bahwa seorang guru bukan sekadar penyampai ilmu, melainkan juga pendidik yang membimbing dengan keteladanan, kelembutan, dan cinta.


"Semoga melalui pelatihan ini, seluruh guru dapat memahami dan menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta dalam setiap proses pembelajaran sehingga tercipta lingkungan belajar yang nyaman, menyenangkan, dan mampu mengembangkan potensi peserta didik secara optimal," ungkap beliau.


Pendampingan menghadirkan Ibu Khaerana, S.Ag., selaku Pengawas MI Kota Bontang, sebagai narasumber. Dalam penyampaian materinya, beliau menjelaskan konsep serta implementasi Kurikulum Berbasis Cinta yang menempatkan kasih sayang, penghargaan terhadap setiap anak, dan pembelajaran yang humanis sebagai fondasi utama pendidikan.


Beliau mengajak para guru untuk menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu menumbuhkan karakter mulia, rasa percaya diri, serta hubungan yang harmonis antara guru dan peserta didik. Menurutnya, ketika cinta menjadi dasar dalam mendidik, proses belajar akan berlangsung lebih efektif dan membekas dalam kehidupan anak-anak.


Tidak berhenti pada pemaparan materi, kegiatan juga dilanjutkan dengan praktik penyusunan RPP Modul yang mengintegrasikan prinsip-prinsip Kurikulum Berbasis Cinta. Para ustadz dan ustadzah berdiskusi, bertukar gagasan, serta menyusun perangkat pembelajaran yang dapat diterapkan di kelas sesuai dengan karakteristik peserta didik.


Pelatihan ini menjadi langkah nyata MI TQ Darul Furqon dalam mempersiapkan tenaga pendidik yang profesional sekaligus berkarakter. Melalui pendampingan ini, diharapkan seluruh guru semakin siap menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya mencerdaskan akal, tetapi juga menyentuh hati, sehingga setiap anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak mulia, dan penuh cinta kepada Allah, sesama manusia, serta lingkungan sekitarnya.

Post a Comment

أحدث أقدم