Kegiatan diawali dengan rutinitas mengaji bersama di kelas masing-masing. Lantunan ayat suci terdengar khusyuk hingga pukul 08.30 WITA, menciptakan suasana yang tenang sekaligus penuh makna. Setelah itu, seluruh murid dan guru berkumpul untuk sesi foto bersama. Momen ini menjadi salah satu yang paling dinantikan—tawa, canda, dan kebersamaan tertangkap dalam setiap jepretan kamera. Usai foto bersama, kegiatan dilanjutkan dengan foto per kelas yang tak kalah meriah.
Waktu istirahat menjadi jeda sejenak sebelum seluruh siswa kembali ke kelas masing-masing untuk mengikuti kegiatan inti yang telah ditentukan. Di kelas 1, anak-anak dengan penuh antusias membuat kolase wajah Kartini. Tangan-tangan kecil mereka sibuk menempel potongan kertas warna-warni, menghasilkan karya sederhana namun penuh makna.
Sementara itu, siswa kelas 2 membuat surat untuk ibu. Dengan raut wajah serius namun hangat, mereka menuliskan ungkapan kasih sayang dan terima kasih. Beberapa di antara mereka bahkan tampak tersenyum sendiri, membayangkan reaksi ibu saat membaca surat tersebut.
Di kelas 3, suasana tak kalah ramai. Para siswa bekerja sama menghias mading dengan tema Hari Kartini. Gunting, lem, dan berbagai hiasan berpindah tangan, menciptakan karya yang kreatif dan penuh warna.
Berbeda lagi dengan kelas 4 yang melaksanakan kegiatan memasak nusantara di aula. Aroma masakan mulai tercium sejak siang mendekat. Dengan bimbingan guru, mereka belajar mengolah bahan sederhana menjadi hidangan khas Indonesia. Selain melatih keterampilan, kegiatan ini juga menanamkan nilai kebersamaan dan kemandirian.
Hingga pukul 13.00 WITA, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Hari Kartini di MI TQ Darul Furqon bukan sekadar peringatan, tetapi menjadi pengalaman berharga yang mengajarkan makna perjuangan, kreativitas, dan kebersamaan. Sebuah hari yang akan dikenang, bukan hanya sebagai kegiatan sekolah, tetapi sebagai cerita indah yang tumbuh dalam ingatan setiap siswa dan guru.


Posting Komentar