Bontang – Suasana pagi di Masjid Miftahul Huda pada Ahad, 17 Mei 2026, terasa berbeda dari biasanya. Jarum jam menunjukkan pukul 09.30 WITA, ketika satu per satu guru MI TQ Darul Furqon mulai berkumpul dengan wajah penuh semangat sekaligus menyimpan rasa harap. Hari itu bukan sekadar agenda biasa, melainkan momen penting dalam perjalanan meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik Al-Qur’an.
Sebanyak 11 guru MI TQ Darul Furqon mengikuti kegiatan IMTAS LPD UPGRADE Metode Qiraati Cabang Bontang. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar para guru untuk terus memperbaiki kemampuan membaca dan mengajarkan Al-Qur’an dengan baik dan benar.
Sebelum memasuki rangkaian ujian, kegiatan diawali dengan berbaris bersama. Barisan para guru tampak rapi di halaman masjid. Meski mereka adalah sosok yang setiap hari berdiri di depan kelas membimbing para siswa, pagi itu posisi mereka berubah. Mereka kembali menjadi seorang pembelajar, berdiri dengan hati yang sama seperti murid-murid yang sedang menunggu giliran ujian.
Di balik senyum yang sesekali terlihat, tersimpan rasa gugup yang tak dapat disembunyikan sepenuhnya. Ada yang sesekali membuka catatan kecil, ada pula yang melafalkan bacaan secara perlahan dalam hati. Namun suasana tetap dipenuhi semangat dan saling menguatkan satu sama lain.
Rangkaian tes pun dimulai. Para peserta diuji dalam beberapa aspek penting, di antaranya fashohah, tartil, ghorib atau musykilat, tajwid, hafalan surat pendek, hingga doa harian. Setiap bagian menjadi tolok ukur kemampuan sekaligus bahan evaluasi untuk terus memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur’an.
Kegiatan berlangsung hingga pukul 10.45 WITA dengan suasana yang penuh kesungguhan. Bukan hanya tentang mendapatkan nilai atau hasil terbaik, tetapi juga tentang memperkuat amanah sebagai pendidik. Sebab seorang guru Al-Qur’an tidak hanya mengajarkan huruf demi huruf, melainkan juga membawa tanggung jawab besar dalam menjaga kemurnian bacaan Al-Qur’an kepada generasi berikutnya.
Melalui kegiatan IMTAS ini, diharapkan para guru MI TQ Darul Furqon semakin meningkat kompetensinya serta terus menjaga semangat belajar. Karena sejatinya, guru terbaik bukanlah yang merasa paling tahu, melainkan yang tidak pernah berhenti belajar.

إرسال تعليق