Sebanyak 62 peserta mengikuti Khotmil Qur’an Wal Imtihan TPQ Darul Furqon angkatan ke-9 dan TPQ Pagi Darul Furqon angkatan ke-5, pada Ahad, 10 Rabiul Awal 1448 H bertepatan dengan 23 Agustus 2026 M, bertempat di Gedung Ainia Rasyifa, Bontang.
Rangkaian acara diawali dengan kirab. Para peserta berjalan dalam barisan dengan didampingi para guru, diiringi lantunan hadrah yang menambah suasana pagi semakin semarak. Setelah tiba di lokasi, para santri menempati tempat yang telah disiapkan dan mengikuti rangkaian takhtiman. Lantunan Adh-Dhuha, Al-Fatihah, ayat-ayat pilihan dari Surah Al-Baqarah, hingga doa khotmil Qur’an mengawali perjalanan mereka pada hari istimewa tersebut.
Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan sambutan Kepala Lembaga TPQ Darul Furqon. Sambutan pada kesempatan tersebut disampaikan oleh Ustadz Ishlahuddin, S.Pd., Al-Hafidz, mewakili Kepala Lembaga, Ustadzah Maimunah Al-Hafidzoh.
Dari suasana khidmat, acara kemudian beralih pada sesi yang menguji kemampuan para peserta. Dalam imtihan, para santri mengikuti rangkaian ujian bacaan gharib, tajwid, serta pertanyaan dari wali santri. Mereka berusaha menunjukkan apa yang telah dipelajari selama bertahun-tahun di bawah bimbingan para ustadz dan ustadzah.
Semarak acara kembali terasa melalui penampilan PTPT yang dipandu oleh Ustadzah Maimunah Al-Hafidzoh. Setelah itu, rangkaian sambutan dilanjutkan dengan sambutan wali santri yang disampaikan oleh Muhammad Ikbal Sultan, serta sambutan Koordinator Cabang oleh Ustadzah Hj. Rodhiyah.
Kemudian tibalah pada salah satu bagian yang paling menggetarkan hati, yaitu sungkeman dan penyerahan ijazah. Satu per satu santri turun dari panggung dan menghampiri ayah serta ibu. Di hadapan orang tua, mereka menundukkan diri sebagai bentuk bakti dan terima kasih atas doa serta pengorbanan yang mengiringi perjalanan mereka bersama Al-Qur’an.
Ijazah pun diterima. Namun, hari itu bukanlah akhir dari perjalanan. Khatam bukan berarti berhenti, melainkan menjadi awal untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an, mengamalkan isinya, dan menjadikannya pedoman dalam kehidupan.
Rangkaian acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Mashudi Sholihin, kemudian dilanjutkan dengan mushafahah.
Dari Gedung Ainia Rasyifa, 62 santri membawa pulang lebih dari sekadar ijazah. Mereka membawa sebuah kenangan tentang perjuangan, doa orang tua, bimbingan guru, dan perjalanan bersama Al-Qur’an yang semoga terus berlanjut hingga akhir hayat.

إرسال تعليق