Survei Sahabat KBC: Merawat Cinta dalam Pendidikan Bersama Tiga Siswa dan Satu Guru MITQ Darul Furqon


 

Bontang – Upaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menumbuhkan kasih sayang dan kepedulian terus dilakukan oleh MI TQ Darul Furqon. Salah satu langkah yang ditempuh adalah melalui pengisian Survei Sahabat KBC (Kurikulum Berbasis Cinta) yang dilaksanakan pada Kamis, 15 Oktober 2026, bertempat di Kantor TU.



Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengevaluasi implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah. Melalui survei tersebut, diharapkan pelaksanaan kurikulum dapat ditinjau kembali sehingga nilai-nilai cinta, kepedulian, dan penghargaan terhadap sesama semakin nyata dalam proses pendidikan sehari-hari.



Kegiatan diawali dengan pengisian Survei Sahabat KBC oleh tim yang terdiri atas tiga orang siswa dan satu orang guru. Dengan didampingi guru, para siswa mengikuti setiap tahapan pengisian survei di Kantor TU. Meski terlihat sederhana, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk turut berpartisipasi dalam proses evaluasi pendidikan di madrasah.



Bagi para siswa, pengisian survei ini menjadi pengalaman untuk memahami bahwa pendidikan bukan hanya tentang pelajaran di dalam kelas, tugas, atau nilai yang tertulis di buku rapor. Lebih dari itu, pendidikan juga berkaitan dengan bagaimana setiap warga madrasah belajar saling menghargai, menunjukkan kepedulian, dan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman.



Kurikulum Berbasis Cinta sendiri menekankan pentingnya menghadirkan nilai-nilai kasih sayang dalam proses pembelajaran. Nilai tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai materi yang disampaikan oleh guru, tetapi juga tumbuh menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di madrasah maupun di luar lingkungan sekolah.



Melalui evaluasi ini, implementasi Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan dapat terus berkembang sesuai dengan kebutuhan warga madrasah. Masukan yang dihimpun melalui survei menjadi salah satu bagian penting untuk melihat sejauh mana nilai-nilai cinta telah diterapkan sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu ditingkatkan.



Partisipasi tiga siswa bersama seorang guru dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa upaya membangun pendidikan yang penuh cinta membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Setiap unsur memiliki peran dalam menciptakan suasana belajar yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter.



Melalui kegiatan pengisian Survei Sahabat KBC, MI TQ Darul Furqon berharap semangat Kurikulum Berbasis Cinta semakin kuat tertanam dalam kehidupan madrasah. Sebab, pendidikan yang baik bukan sekadar tentang seberapa banyak ilmu yang diperoleh, melainkan juga tentang bagaimana ilmu tersebut menumbuhkan kebaikan, kepedulian, dan cinta dalam diri setiap anak.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama